Senin, 24 Maret 2008

Seperangkat Alat Sholat

Seperangkat alat sholat yang terdiri dari mukena dan sajadah (kadang diberi tasbih juga), biasanya diberikan oleh pengantin pria kepada pengantin wanita sebagai "mahar". Tergantung niat dari si pengantin sendiri, kadang juga ditambah dengan Al-Quran. Tapi kebanyakan pengantin tidak berani memakai Al Quran sebagai "mahar" dengan alasan "berat", takut tidak bisa melaksanakannya. Jadi rata-rata pengantin menggunakan seperangkat alat sholat dan uang sebagai mahar, kadang perhiasan ( emas ) juga dijadikan sebagai mahar.

A Couple of Swan

Sepasang angsa... Hmm....cantik khan ?
Biasanya kalo mahar hanya seperangkat alat sholat saja, lebih pas dibikin sepasang angsa. Tergantung jenis kainnya dan lebar tidaknya mukena tersebut. Kalo mukenanya tidak terlalu lebar, maka hanya bisa dibikin satu angsa saja. Tonjolkan bagian tercantik dari mukena tersebut, sulaman/bordirannya dijadikan sayap, bagian yang tidak ada bordiran/sulamannya dijadikan kepala dan badannya, tambahkan
mata, ambil sedikit kain merah atau flanel merah gunting segitiga dan tempel dengan lem kayu sebagai cucuknya, gunakan sajadah sebagai ekornya, dengan melipat seperti kipas. Gunakan jarum untuk menyatukan dengan tempatnya. Ingat jangan gunakan lem tembak/lem bakar untuk menyatukan mukena dan sajadahnya. Agar sayap bisa tegak ( tidak jatuh ) gunakan ganjal karton dan sedikit koran yang diremas, usahakan jangan sampai kelihatan, tutupi dengan mukena.

Masjid

Untuk mukena sebenarnya memang paling pas kalau dibentuk Masjid, kayaknya sesuai dengan tema.

Cara membuatnya gampang.

Ambil Koran sekitar 2 Lembar utuh, kemudian gulung dan perkuat dengan lem atau selotip.


Beri gulungan koran berbentuk kerucut diatasnya.
Bungkus koran yang sudah di gulung dengan bawahan mukena. Lakukan hal yang sama denga menggunakan sebagian dari atasan mukena. Letakan di kanan dan kiri wadah.

Membuat dasar kubah dengan menggunakan potongan busa bulat yang berlapis dari kecil terus membesar, tergantung tebalnya busa, kalau busa setebal sekitar 1 cm, mungkin butuh 4 / 5 lapisan bulatan. Kemudian tempel dari yang terkecil di tegah kardus bekas sepatu atau yang bentuk dan besarnya sesuai, tempel bulatan terakhir pada kardus di tengah dan pinggiran bulatan sehingga membentuk kubah.

Atau kalau tidak ada busa, kubah juga bisa dengan menggunakan gumpalan kertas koran bekas yang membentuk kubah, kemudian lapisi dengan kain berlapis agak tebal (asal kubah jadi keliatan rapi).

Setelah kubah menempel pada kardus, bungkus dengan mukena yang tersisa. Gunakan jarum sebagai alat utk menyatukan mukena dngan kardusnya membentuk badan masjid, rapikan dan kait dengan jarum.

Lipat sajadah dengan lebar sesuai wadah, lipat2 seperti mau membuat kipas. Taruh di depan Mukena yang sudah terbentuk Masjid.

Gunting kain flanel membentuk pintu. Hiasi dengan pita di kanan dan kiri pintu. Hiasi juga dengna pita pada lingkaran kubahnya dengan menggunakan jarum.

Jangan lupa beri sentuhan bunga didepan Masjid dari mukena.

Bisa juga mukena dibikin bentuk lain seperti : bouquet bunga, bunga teratai tunggal dll ( coming soon )

Tidak ada komentar: